Aku
saat ini berada di kelas XI dan mengambil jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di suatu sekolah yang cukup jauh dari
namanya,yaitu SMK NEGERI 6 KUNINGAN. Seperti yang aku katakan, walaupun
sekolah aku diberi nama SMK NEGERI 6 KUNINGAN, sekolahku ini jaud dari
kota,yaitu Kuningan. Sekolahku teletak di perbatasan antara Kabupaten
Kuningan dan Cirebon, berada di desa yang jauh dari kehidupan kota,dan
berada diantara pesawahan-pesawahan.
Sebenarnya
aku harus berpikir dua kali bahkan lebih,untuk menentukan kemana aku
akan melanjutkan sekolah pada saat SMP. Aku bersekolah disini mungkin
hanya ingin menuruti permintaan kedua orangtua ku,orangtua ku menyuruh
aku bersekolah disini karena disini dahulu pamanku juga bersekolah
disini,dan dia mempunyai pekerjaan yang lumayan,sehingga orangtuku
berfikiran bahwa mungkin saja aku bisa mengikuti jejak pamanku.
Orangtuaku
juga sebenarnya tidak memaksa aku untuk bersekolah disana,tapi pada
saat SMP aku ada 2 pilihan SMA lanjutan ku,yaitu SMKN 3 KUNINGAN yang
berada di Kota Kuningan,dan yang kedua yaitu sekolahku sekarang SMKN 6
KUNINGAN,yang berada disebuah desa bernama Sindangkempeng. Aku memilih
sekolahku sekarang karena membandingkan jarak dan waktu. Jika kita pergi
kesekolahku sekarang,aku hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-15
menit. Sedangkan jika aku pergi ke SMKN 3,aku membutuhkan waktu 30-45
menit. Aku juga berfikir dengan apa yang dikatakan orangtuaku dan
kekhawatirannya tentang bagaimana nanti jika aku merasa lelah,kemudian
keadaan kota yang ramai oleh kendaraan,bagaimana jika ada halangan yang
terjadi pada saat akan sekolah,karena aku mengendarai sepeda motor dan
belum mempunyai SIM.
Sebenarnya
aku sedih pada saat memutuskan pilihan sekolahku,kerena temanku, ya
bisa dikatakan sahabatku memilih SMKN 3,sedangkan aku tidak. Karena
sahabatku adalah orang yang selalu bersama denganku,pada saat
dikelas,pergi ke kantin,pergi ke mesjid,pergi ke ruang guru dan
kemanapun. Sangat sulit mendapatkan orang yang seperti itu.
Dan
ini adalah pilihanku,yang mungkin terlalu cepat memberi keputusan.
Akupun sekolah disini,walaupun ada beberapa orang dari SMP ku yang
melanjutkan juga kesini, tapi aku tidak menemukan teman yang pengertian
denganku. Dan lama-kelamaan aku sudah kenal dengan seluruh siswa yang
ada kelas,tapi hingga saat ini aku belum menemukan satu orangpun sahabat
dikelas ini. Selama ini,aku hanya menganggap mereka sebagai teman
bahkan bagiku ada juga yang kuanggap sebagai musuh, karena dia selalu
saja mengomentari dan mengkritik apa saja yang dilakukanku,seperti
ketika aku menjadi anggota OSIS dan BANTARA, dia selalu mengomentari
tentang eskulku tersebut. Misalnya,pada saat aku tidak mengikuti
kumpulan,pada saat aku melakukan kesalahan dll.
Kemudian
aku menganggap dikelas ku hanya sebagai teman,karena tidak ada diantara
mereka yang pengertian denganku. Mereka hanya berhubungan denganku
hanya karena ingin membutuhkanku,sedangkan jika aku sedang membutuhkan
mereka,dia tidak pernah ada dan mungkin tidak akan pernah ada. Mereka
membutuhkanku karena ingin melihat pekerjaan rumahku atau tugas yang
diberikan oleh guru, karena Alhamdulillah aku diberikan kepinntaran yang
lumayan oleh Allah swt. dan diizinkan untuk memperoleh Ranking 1
dikelas.
Sebenarnya
aku tidak terlalu bangga mendapatkan Ranking 1,karena jika dibandingkan
sekolahku dengan sekolah yang lain,sekolahku masih ketinggalan di
berbagai bidang,karena sekolahku dapat dikatakan baru,jika dibandingkan
sekolah yang lainnya.Dan pernah aku berfikir, bagaimana jika aku tidak pintar ? Mungkinkah
ada orang yang berteman atau bersahabat denganku ? Karena aku selama
ini beranggapan bahwa seseorang ingin berteman denganku hanya karena
kepintaranku. Dan mungkin jika aku bodoh,mungkin tidak ada yang mau
berteman denganku.
Lama-kelamaan
aku merasa ingin bersama lagi dengan sahabat-sahabatku di SMP,karena
sejak kita berpisah dan memilih sekolah yang berbeda-beda kita tidak
berhubungan lagi,baik sms,telepon,facebook dan sosial media lainnya. Aku
ingin bersama lagi pada saat mengerjakan PR, pada saat jajan ke
kantin,pada saat Shalat Duha di Mesjid, pada saat memanggil guru ke
kantor,pada saat mengerjakan tugas kelompok,pada saat pergi bermain dan
banyak lagi yang lainnya yang kita lakukan bersama.
Apakah kalian sudah melupakanku? Apakah kalian sudah tidak mau bersama bersama denganku lagi? Apakah kalian sudah mempunyai penggantiku? Aku ucapkan selamat jika kalian sudah mempunyai penggantiku yang munkin jauh lebih baik dariku,sedangkan aku masih belum atau mungkin tidak akan pernah menemukan penggantimu. Aku hanya berharap kalian tidak melupakan kenangan-kenangan kita pada saat kita bersama,karena aku tidak akan melupakan semua itu sampai kapanpun.